Taktik: Ala-Ala Gegenpressing 4-2-3-1

Halo apa kabar guys? Balik lagi di FM Corner, kali ini gue akan ngebahas taktik yang akan gue gunakan dalam satu musim ke depan. Ada satu taktik yang cukup menarik perhatian gue, yang tidak lain adalah Gegenpressing nya Jurgen Klopp semasa melatih Dortmund dan masih digunakan juga saat ini dalam melatih Liverpool.

Apa itu Gegenpressing? Gegenpressing bisa juga diterjemahkan counterpressing. Secara mudah bisa dijelaskan gegenpressing adalah cara bermain dimana kita sesegera mungkin melakukan pressing untuk merebut kembali bola yang baru saja direbut lawan sehingga kita tidak perlu memasuki fase bertahan dan kembali menyerang lawan yang masih dalam masa transisi untuk melakukan fase menyerang yang bisa menyebabkan komposisi pertahanannya tidak terorganisir dan rapuh untuk ditembus.

Gue akan mencoba menerapkan taktik yang memiliki pendekatan-pendekatan seperti Gegenpressing tersebut dengan basis formasi 4-2-3-1. Berikut penglihatan keseluruhan taktik yang akan gue gunakan.

Tactic
Tactics Overview

Gue memilih Attacking untuk Mentality untuk mengarahkan pemain gue agar bermain menyerang. Gue juga memasang Defense Line gue cukup tinggi yang mana hal ini akan mendukung gue dalam melakukan pressing dan mengantisipasi serangan balik sedini mungkin sehingga gerakan musuh akan sangat terbatas.

Untuk Team Shape gue memilih Very Fluid. Hal ini mengondisikan pemain untuk dapat bergerak sangat bebas. Setiap lini akan terlibat dalam hampir semua fase selama pertandingan berlangsung. Konsekuensinya gue harus memiliki pemain yang mampu seimbang dan mampu dalam bertahan maupun menyerang.

Selanjutnya gue akan menjelaskan Team Instructions yang gue gunakan.

Team Instructions
Team Instructions

Team Instructions bisa sangat fleksibel saat gue gunakan karena akan gue sesuaikan dengan situasi dan kondisi lawan ataupun pada saat jalannya pertandingan. Yang akan gue bahas disini adalah Team Instructions dasar yang akan gue gunakan dalam mendukung Gegenpressing yang ingin gue terapkan.

Tempo: Higher, bermain cepat merupakan cara yang baik untuk menyerang sekaligus menghancurkan bentuk musuh dan lebih mudah membuat para pemain lawan menjadi nervous.

Time Wasting: Rarely, salah satu kunci gegenpressing adalah bermain cepat dengan cara menghilangkan proses transisi dari bertahan ke menyerang sehingga gue ingin pemain-pemain gue untuk langsung membentuk pola yang gue inginkan tanpa membuang-buang waktu secara sengaja.

Width: Balanced, gue ingin permainan yang ditampilkan oleh tim gue fleksibel sehingga bisa membangun serang dari setiap sisi di lapangan.

Defense Line: Slightly Higher, untuk mengurangi ruang gerak musuh gue menempatkan garis pertahanan tim dengan cukup tinggi sehingga bisa melakukan pressing dengan cepat dan memenangkan bola kembali dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Closing Down: More, menuntut para pemain untuk secara aktif melakukan pressing kepada para pemain lawan pada saat mereka memegang bola sehingga dapat merebutnya sesegera mungkin.

Use Tighter Marking, gue menggunakan instruksi ini karena memiliki pemain bertahan dengan atribut marking yang mumpuni sehingga bisa menyulitkan dan mengurangi ruang gerak dari para pemain lawan.

Stay on Feet, ada 2 alasan gue menggunakan instruksi ini yaitu (1) gue ingin mengurangi resiko pemain mendapatkan kartu pada saat pertandingan karena pemain tidak akan melakukan sliding tackle secara keras, (2) gue ingin menjaga bentuk permainan, karena ketika pemain yang melakukan sliding tackle gagal akan memakan waktu beberapa detik bagi pemain untuk kembali berdiri pada posisi semula dan AI seringkali memanfaatkan celah ini. Detail seperti ini yang menjadi krusial pada saat menjalani pertandingan-pertandingan penting yang sarat gensi dan emosi.

Play Out of Defense, gue ingin tim gue tampil menyerang dan gue ingin tim gue bisa membangun serangan dari titik manapun sehingga instruksi ini akan memerintahkan pemain untuk tidak serta merta membuang bola pada saat penguasaan khususnya lini belakang. Gue ingin lini belakang juga bisa menjadi inisiator dalam proses penyerangan.

Pass Into Space, instruksi ini memerintahkan para pemain untuk mengalirkan bola ke area yang kosong untuk membantu menciptakan ruang dan juga mengkreasi peluang dari umpan-umpan terobosan.

Passing Directness: Shorter Passing, memberikan tim gue kesempatan untuk membangun serangan dengan resiko rendah.

Retain Possession, gue ingin pemain dengan cermat untuk memperhitungkan ketika dalam penguasaan bola sehingga dapat membentuk barrier yang kuat sebelum melakukan penyerangan.

Run at Defense, instruksi ini memerintahkan pemain untuk lebih sering berlari menghadapi lawan pada saat kita sedang menguasai bola. Karena gue memilih untuk bermain cepat maka gue juga memilih instruksi ini. Ketika kita bermain cepat lawan akan mudah menjadi panik dan seringkali melakukan blunder-blunder seperti melakukan tackle atau pelanggaran apabila kita berusaha menerobos secara paksa.

Roam From Positions, instruksi ini berpotensi untuk memancing bek musuh agar out of positions.

Berikutnya gue akan menjelaskan Roles dan Duty yang gue berikan ke pemain-pemain gue.

Penjaga Gawang

gk
Goalkeeper – Defend
  • Gue ingin penjaga gawang gue bermain sesederhana mungkin.
  • Serangan akan dibangun dari sisi paling belakang sehingga gue ingin menginstruksikan penjaga gawang untuk mendistribusikan bola secara pendek.

Bek Kanan

rwb
Wing Back – Attack
  • Gue memilih role Wing Back karena 2 sayap serang yang gue gunakan gue instruksikan untuk menjadi penyerang ke-2 yang akan lebih sering melakukan cut-inside ke jantung pertahanan lawan sehingga keberadaan pemain pada sisi luar lapangan akan berkurang. Disinilah peran Wing Back yang gue gunakan karena mereka akan memiliki karakter untuk bermain melebar dan bertugas menjaga sisi luar lapangan. Duty Attacking juga akan membuat coverage Wing Back menjadi sangat luas hingga ke bagian sisi luar pertahanan lawan.
  • Selain instruksi bawaan Wing Back dengan Duty Attacking seperti Dribble More, Run Wide with Ball, Cross More Often, Cross from Byline dan Get Further Forward, gue juga menambahkan 1 instruksi lagi yaitu Close Down Less. Kenapa gue memberikan instruksi tersebut padahal gue ingin melakukan pressing secara tinggi? Alasannya karena dari kombinasi keseluruhan taktik yang gue gunakan dengan Attacking-Very Fluid, Closing Down More, dan Duty membuat pemain sudah cukup bermain agresif sehingga gue ingin mengurangi sedikit keagresifannya agar tidak terlalu sering melakukan pelanggaran yang tidak perlu.

Bek Kiri

Sama seperti bek kanan.

Duet Bek Tengah

cb
Central Defender – Defend
  • Gue memberikan Role yang sama ke kedua bek tengah yang gue pasang sebagai Central Defender dengan Duty.Defend.
  • Gue menambahkan instruksi Mark Tighter agar mereka bisa mengurangi ruang gerak para pemain depan lawan.
  • Jika diperlukan, untuk menjaga keunggulan skor pada menit-menit akhir gue akan mengubah salah satu role bek tengah gue menjadi Limited Defender untuk mengamankan bola dengan cara membuangnya sejauh mungkin.
  • Apabila gue mendapatkan lawan dengan pemain-pemain yang gesit dan lincah gue akan memberikan salah satu bek tengah gue Duty Cover untuk mengantisipasi pemain yang lolos dari garis sejajar pertahanan.

Gelandang Tengah (Bertahan)

cm
Central Midfielder – Defend
  • Tugas utamanya adalah untuk merebut bola dan bertarung di lapangan tengah demi menjaga possession.
  • Kenapa tidak memilih Ball Winning Midfielder? Karena menurut gue Role tersebut terlalu kotor. Pemain akan sangat agresif dan banyak memenangkan duel tetapi hampir di setiap pertandingan dia juga menerima kartu kuning, tidak menutup kemungkinan juga untuk menerima kartu merah. Central Midfielder dengan Duty Defend menurut gue sudah cukup untuk meredam duel-duel perebutan bola di lapangan tengah dengan cara yang lebih bersih karena gue juga akan mengandalkan Fellaini yang sudah memiliki atribut Aggression, Bravery dan Determination yang cukup tinggi. Selain itu Central Midfielder juga bisa lebih menjaga bentuk permainan karena memiliki Defensive Awareness yang cukup baik.

Gelandang Tengah (Creator)

dlp
Deep Lying Playmaker – Support
  • Playmaker pada sisi dalam yang memiliki tugas utama untuk mengalirkan bola.
  • Gue tidak menambahkan instruksi lain selain instruksi bawaan karena Pogba sebagai Deep Lying Playmaker sudah memiliki atribut yang sangat mumpuni untuk mengemban tugas sebagai pengatur permainan tanpa harus banyak gue atur.
  • Gue menggunakan Duty Support agar si pemain tidak deep-positioned saat tim melakukan serangan yang dapat menimbulkan celah di lapangan tengah.

Sayap Serang Kiri

lif
Left Inside Forward – Attack
  • Gue memilih Inside Forward-Attacking untuk sayap kiri gue karena gue ingin dia jadi salah satu sumber gol di tim gue. Gue ingin menjadikan Martial sebagai sayap kiri utama gue karena dia memiliki kecepatan yang baik dan juga atribut dan trait yang bisa menjadikannya mesin gol yaitu Finishing yang cukup tinggi di umurnya yang masih 20 tahun dan Places Shots.
  • Technical Attributes nya juga cukup untuk merusak bentuk dasar musuh sehingga gue memberikan instruksi tambahan Roam From Position.
  • Dia juga diinstruksikan untuk Dribble More agar membuat musuh menjadi nervous dan juga bergerak sedalam dan sejauh mungkin ke daerah pertahanan musuh untuk membuat kerusakan sebanyak-banyaknya dengan Get Further Forward.

Sayap Serang Kanan (Creator Runner)

rif
Right Inside Forward – Attack
  • Gue ingin sayap kanan gue lebih berperan sebagai Playmaker Sayap, berbeda dengan sayap kiri gue yang yang lebih memiliki power untuk menghasilkan gol ke gawang lawan.
  • Shot dan Cross Less Often adalah instruksi agar Mkhitaryan lebih banyak memainkan bola dalam rangka mengkreasi permainan, dengan default Cut Inside With Ball gue yakin Miki akan cukup memporakporandakan jantung pertahanan lawan dan memberikan bola-bola mematikan kepada striker ataupun sayap kiri yang bergerak maju atau bahkan juga mencetak gol langsung ke gawang lawan.

Gelandang Serang Tengah (Connector)

ap
Advanced Playmaker – Attack
  • Advanced Playmaker mengarahkan pemain untuk memposisikan dirinya di area yang kosong antara garis tengah dan garis pertahanan lawan, sekaligus menjadi penghubung dari setiap lini di tim gue sehingga dia memiliki peran yang cukup sentral. Beruntung gue memiliki Juan Mata yang menurut gue merupakan salah satu Advanced Playmaker terbaik saat ini. Hal ini bisa dilihat karena dia memiliki atribut First Touch, Passing, Technique, Off The Ball dan Vision yang nyaris sempurna. Hal ini mendukung permainan cepat yang gue inginkan sehingga dapat melakukan fase serangan secara cepat.
  • Move Into Channels memicu pemain untuk mencari ruang kosong. Atribut Anticipation, Flair dan Off The Ball memegang peranan penting dalam hal ini.

Penyerang

dlf
Deep Lying Forward – Attack
  • Gue memilih Role Deep Lying Forward karena gue ingin penyerang gue bisa membuka ruang untuk para pemain di belakangnya.
  • Duty Attack akan menginstruksikan pemain untuk mengutamakan menuntaskan peluang terlebih dahulu daripada memberikan passing atau menahan bola.
  • Roam From Position juga mendukung taktik ini karena bisa membuat barisan belakang lawan terpecah sehingga membuka ruang baik untuk pemain sayap ataupun gelandang serang.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

  • Gue memberikan Individu Instruction sesederhana mungkin di sebagian besar pemain karena gue udah memberikan gambaran atau kerangka permainan yang gue ingin dengan cukup jelas dan detail dari Mentality, Team Shape dan Team Instructions sehingga Individu Instructions berperan sebagai pelengkap yang sekiranya bisa memberikan keuntungan lebih pada saat pertandingan berlangsung.
  • Pastikan selalu Role dan Duty sesuai dengan atribut dari para pemain yang kita miliki, karena sehebat dan sedetail apapun taktik yang kita gunakan pemain dan atributnyalah yang akan menentukan berjalan atau tidaknya taktik tersebut.
  • Gue berani bermain agresif dengan filosofi Very Fluid karena gue memiliki SDM yang mumpuni untuk melakukan itu. Pemain-pemain yang ada di tim gue secara keseluruhan adalah pemain-pemain kelas top dunia yang memiliki Mental Attributes yang sangat baik. Berbeda jika gue menggunakan tim-tim papan tengah karena gue pasti akan cenderung bermain lebih terstruktur.

Intinya dalam memilih taktik yang tepat, perhatikan, kenali dan pahami benar skuad yang kita miliki sehingga kita bisa menempatkannya dan memberikan instruksi-instruksi yang tepat. Pikirkan dengan hati-hati dan putuskan secara logis. You’re the boss! You know what’s right for your team!

Well, itu sedikit penjabaran taktik yang rencananya akan menjadi basis taktik gue dalam semusim ke depan. Masih sangat mungkin ada perubahan taktik seiring berjalannya musim yang akan menyesuaikan dengan performa tim nantinya. Thanks for visiting and see you on the next post!