Habis Gelap Terbitlah Terang

8 Januari 2015

Siang ini BSNI akan mengadakan Kongres Luar Biasa yang akan membahas rencana jangka panjang persepakbolaan Indonesia. Ya, ada yang tidak biasa pada kongres kali ini. Banyaknya masyarakat dari segala golongan yang mengawal kongres ini memberi tekanan yang cukup besar kepada BSNI untuk menghasilkan suatu rencana dan keputusan yang bisa memuaskan semua pihak. Hal ini bukan tidak beralasan. Masyarakat sudah gerah dengan kebobrokan BSNI dalam mengurus persepakbolaan Indonesia beberapa tahun terakhir dimana puncaknya terjadi konflik antara Kementerian Olahraga dan BSNI sehingga FIFA memberi pembekuan terhadap BSNI dan melarang BSNI untuk terlibat di segala ajang sepakbola internasional sejak April 2013. Sanksi tersebut baru dicabut oleh FIFA pada akhir tahun 2014. Seakan sadar dengan hukuman yang sudah diberikan, tanpa menunggu waktu lama BSNI pun segera mengagendakan Kongres Luar Biasa yang akhirnya diadakan pada hari ini. Banyak sekali yang berharap kongres hari ini bisa menjadi titik balik persepakbolaan Indonesia.

Dengan beberapa agenda penting seperti penunjukan ketua BSNI, regulasi kompetisi dalam negeri, penunjukan pelatih tim nasional, peningkatan kualitas sarana dan prasarana sepakbola hingga agenda jangka panjang pencarian dan pengembangan bakat-bakat muda Indonesia. Semuanya dibahas selama sehari penuh, dimulai dari jam 8 pagi hingga jam 11 malam. Dan yang mengejutkan, keputusan-keputusan dan rencana-rencana yang dibuat dalam kongres tersebut benar-benar luar biasa, revolusioner yang jauh dari intrik politik dan menunjukkan keseriusan  BSNI dalam membangkitkan sepakbola Indonesia. Untuk pertama kalinya, ketua BSNI yang ditunjuk bukan merupakan orang dari kalangan elit politik. Dimas Prasetya yang sebelumnya merupakan Direktur Klub Persebaya Suarabaya ditunjuk sebagai ketua BSNI baru masa periode 2015-2020. Hal ini merupakan salah satu angin segar karena Dimas merupakan salah satu penggiat dan penggila sepakbola sejati dilihat dari beberapa terobosannya yang cenderung nekat dan unik selama memimpin Persebaya seperti regenerasi gila-gilaan dengan menunjuk anak-anak berbakat usia 17-20 tahun untuk menjadi punggawa di tim utamanya. Dan nyatanya keputusan tersebut justru menaikkan peringkat timnya di kompetisi liga dari yang musim sebelumnya menempati peringkat 13 menjadi peringkat 5. Patut ditunggu keputusan-keputusan apa yang akan dibuat oleh BSNI.

Selain itu keputusan lainnya yang cukup mengundang decak kagum adalah penunjukkan Louis Van Gaal sebagai kepalah pelatih di Tim Nasional Indonesia. Ya, Louis Van Gaal. Rasanya kemampuannya sebagai pelatih sudah tidak perlu ditanyakan lagi. Dikenal sebagai pelatih yang mampu mengorbitkan banyak pemain muda berbakat. Pengalamannya melatih banyak klub besar di Eropa seperti Ajax Amsterdam, Barcelona, Bayern Munchen dan Manchester United sudah cukup menjadi buktinya bahwa dia adalah seorang yang sangat mumpuni di bidangnya. Hingga puncaknya membawa Belanda ke partai Final Piala Dunia 2014 menghadapi Jerman. Tidak mustahil rasanya jika kita berharap Van Gaal bisa membawa kejayaan terhadap Tim Nasional Indonesia selama dia menjadi juru taktiknya.

Satu hal penting yang yang menjadi fokus dan dibahas pada kongres tersebut adalah masalah regenerasi pemain. Sampai sekarang banyak bakat-bakat muda yang yang belum bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh BSNI. Karena itulah dibuat keputusan baru di dalam kompetisi dalam negeri dimana setiap klub minimal harus menyertakan 5 pemain muda yang berusia 17-20 tahun ke dalam tim utamanya. Selain itu di setiap provinsi juga akan dibentuk pencari bakat beserta fasilitas latihannya untuk mencari, memantau dan mengembangkan anak-anak yang memiliki bakat sepakbola di atas rata-rata hingga berusia 17 tahun, sebelum bisa dilepas ke klub.

Hasil dari Kongres Luar Biasa ini sungguh di atas ekspektasi dan menunjukkan keseriusan BSNI dalam membangkitkan gairah sepakbola Indonesia. Apakah hal ini disebabkan oleh tekanan dari masyarakat yang menuntut perbaikan besar-besaran pada BSNI atau memang BSNI yang memiliki kesadaran bahwa sepakbola adalah salah satu pemersatu dan hiburan bagi bangsa Indonesia yang saat ini sedang mengalami banyak permasalahan? Entahlah, tapi satu yang pasti. Revolusi sepakbola Indonesia akan segera dimulai.

Bersambung…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s